sepak bola asian games – Lubang Hitam Arsenal juga Manchester United

Buat mengerti Arsene Wenger, kita butuh melihatnya dengan perspektif seorang sopir taksi. Tips menyetirnya bukan yang terbaik dan sering salah pada mengambil keputusan. Pengetahuan soal rute jalan pun tak mutakhir sehingga sering kali ia kudu bertanya terlebih dahulu “Mau lewat mana? ” kepada penumpang yg malangnya juga berserah diboyong ke mana-mana.test1

Ada kalanya cara mengemudinya pun kerap membinasakan penumpang karena lupa kapan harus menginjak rem. Yang ia tahu cuma mengintensifkan pedal gas. Utk menjauhi hal-hal yang enggak diinginkan, sopir taksi yg pandai harus tau bagaimana jalan memilih penumpang. Ia acap lalai melakukan ini dan berbuntut dalam penumpang yang kabur turun dalam jalan pra membayar argo perjalanan.

Akan tetapi Wenger yaitu pekerja keras serta, walaupun dgn segenap kemalangan yg gak sempat luput menyertainya, setiap hari ia selalu berjaya memenuhi bayaran. Peranan yg diberikan kepadanya tidak pernah kalah ia emban. Kubu tata usaha taksi tak terlalu ambil pusing urusan penolakan & kritikan yang disampaikan sebab jalan mengemudi Wenger yg tidak lagi relevan dalam masa hari ini. Selama nominal bayaran terkabul, mereka tak mempermasalahkan apa cara kompetensi sopir mereka di jalan.

Taksi tempat Wenger bekerja tidak pernah mencantumkan objek memenangkan pujian perusahaan taksi terhebat. Mereka hanya peduli dalam cashflow and balance yang bakal terus ada di keadaan tetap selama apa pun yg diminta selamanya dapat dikasih.

Akan amat runyam utk menyiarkan kalau apa pun yang diminta sama Arsenal pada setiap musimnya semakin atas sekadar merembes ke Liga Champions. Sebab seumpama tidak, Wenger sudah didepak atas jauh-jauh hari. Apa boleh buat, standar yg ditetapkan oleh Arsenal cuma begitu juga Wenger tdk pernah tidak berhasil masuk ke Eropa.

Lupakan The Professor, karena Arsene Wenger ialah The Chauffeur.

Tadinya saya ingin merangkaikan Wenger adalah The Taxi Driver, namun demikian aku takut Robert De Niro akan tersinggung. Gak bagaikan Wenger, Travis Bickle tak puas dengan mediokritas.

Untuk film blockbuster tahun ini, Interstellar hampir tak memiliki kepribadian antagonis kecuali Dr. Mann yang diperankan sama Matt Damon. Tatkala Cooper serta Amelia sedang berdebat dahsyat pada planet mana mereka akan menuntun Endurance buat datang selanjutnya, Cooper berdalih bahwa Planet Mann ialah tempat yg kudu mereka tuju karena melepaskan isyarat pemberitahuan yg kian menjanjikan dibanding dengan Planet Edmunds, zona alternatif Amelia

Mereka berdua pun menuntun Endurance ke Satelit Mann hanya bagi menemukan kalau selama ini Dr. Mann mengirimkan kabar palsu juga kemungkinan kosong mengenai masa depan umat manusia, semata supaya dirinya mampu terselamatkan.

Belum dapat disebutkan bahwa data yang turun Manchester United sekitar ini yaitu informasi palsu, tapi mereka sudah hampir separuh musim berada di Planet Louis dan mineral pembentuk penampilan yang tadinya mereka pikir bakal dikasih oleh Van Gaal belum juga hadir.

Sama semacam Cooper dan Amelia yang berhajat jika mereka akan medapati planet baru yang seperti dgn bumi untuk ditinggali, United pula tadinya mengira bahwa itu sudah memiliki seseorang yang hendak melepaskan sesuatu yang identik pada era Sir Alex Ferguson. Apa boleh buat, ekspektasi adalah sebab daripada kehampaan. Nggak segelintir fans United yang mengira bahwa, The Red Devils akan seketika kembali memerankan partisipan juara Premier League. Tetapi yang tercipta, berdasar pada statistik terlebih lagi tatkala ini Louis van Gaal gak bertambah baik dr David Moyes musim silam.

Posted under Artikel Tags: , ,

Judi online – Jalan Panjang bagi David Moyes

Jalan teramat jauh yang mampu ditempuh seseorang dapat tampil bukanlah jalan pulang pergi ke rumah yg dirindukan ataupun jalan menyongsong mimpi yg diidam-idamkan. Mampu menjadi jalan bagi memperbaiki nama daripada jejuluk buruk makin panjang juga melelahkan.test1

Awalnya, David Moyes yakni pelatih yg agak bagus. Nggak sempurna, akan tetapi rada rupawan. Moyes mampu menjadi belum sempat memiliki trofi satu pun, tetapi 11 tahun mengurus Everton merupakan catatan yg sepadan. Terdapat penilaian bahwa Moyes sanggup menjaga kemantapan satu buah team, kendati pun itu hanya bergelut di kediaman tengah selama lebih dr 1 dekade.

Kesetimbangan ini jugalah yg sebagai sebab Manchester United menunjuknya terlaksana manajer terkini di 2013. Terbiasa ditangani satu manajer selama lebih dari 2 dekade menghasilkan United memberi Moyes syarat enam tahun. Mereka berharap Moyes mampu membangun satu buah tim baru lewat sebuah proses. Tapi, begitu seleret impresi kurang menggembirakan didapat sama United, gak ada lagi yg namanya prosedur.

Kinerja di tempat dapat menjadi sedikit ditolerir andaikan saja suguhan United menjanjikan. Namun, udah memiliki dampak kurang yahud, suguhan United pada tangan Moyes juga terbilang sama. Alih-alih terlaksana tim yang bermain menyerang, United malah tampil kru yang tampil rigid bin waspada.

Atas enam tahun perjanjian yang diterimanya, Moyes cuma bisa menyebrangi 10 bulan di antaranya. Kepastian United gagal menanjak pada Liga Champions musim 2014/2015 membuatnya dipecat.

Juni 2014, di bawah langit terang Miami, Moyes terbit dgn setelan santai. Dia sedang merenung perjuangan perkawanan Inggris vs Ekuador saat itu juga muncul terlihat baik-baik saja buatnya.

Saat dia didepak dari United 2 bulan sebelumnya, Moyes langsung memutuskan guna hilang menjauh. Dia menuntun si istri, Pamela, pergi berlibur jauh ke selatan hingga dengan ke Florida bagi menikmati situasi pantai. Sewaktu-waktu, dia pula tampak permainan golf dgn kolega-koleganya. Moyes seperti merasakan hidup tenang, jauh dari ingar-bingar tindasan selama 10 bulan sebelumnya.

Bahwa Everton sepeninggal dirinya sekiranya menjadi makin baik & pendukung United rela-rela saja dia menghindar, memproduksi Moyes jadi sekutil terbengkalai. Apabila diingat, dia hendak kian diidentikkan di dalam kegagalan United ketimbang dalam masa 11 tahunnya di Everton. Soalnya nilai setitik pada club besar, rusaklah susu sebelanga. Moyes meraih stigma negatif oleh jejuluk “manajer buruk” yang mau tidak mau kudu dia hapus.

Masa di mana Moyes tidak bekerja itu tidak ubahnya segmen seorang samurai yang baru dipecat tuannya. Pada keadaan nggak bertuan seperti itu, sang samurai tak bertuan (ronin) kemudaratan tujuan –dalam hal tersebut melayani tuannya– &, pada kelanjutannya, definisi atas hidupnya.

Diceritakan gimana ke-47 orang2 samurai kemudaratan tumpuan tempo sang tuan dibunuh. Tujuan mereka selanjutnya, pada akhirnya, yakni menggubris dendam si tuan. Tempo dendam itu terbayarkan, serta artinya tujuan mereka tercapai, ke-47 ronin tadi walhasil sama-sama melaksanakan seppuku.

Dalam cerpen Rashomon yg ditulis oleh Ryunosuke Akutagawa, diceritakan gimana seorang Genin (diterjemahkan ke di bahasa Indonesia untuk Samurai Kelas Bawah) bingung tidak kepalang. Bukan apa-apa, dia baru saja dipecat sama tuannya beberapa hari sebelumnya.

Alih-alih panik, Genin tadi menyeleksi berteduh di bawah gerbang suatu kuil seraya termenung tahu menatap. Sembari mengopek-ngopek jerawat dalam mesiu kanannya, si Genin duduk tenang serta memikirkan bagaimana nasibnya esok hari. Pilihan di benaknya cuma tersedia satu: diam dan lalu mati kelaparan.

Posted under Artikel Tags: , ,

Situs pasaran bola – Jalan Panjang buat David Moyes

Jalan amat lama yg sanggup ditempuh seseorang mampu tampil bukanlah jalan pulang menuju rumah yang dirindukan atau jalan menumpu mimpi yang diidam-idamkan. Dapat menjadi jalan buat memulihkan nama dr jejuluk buruk kian panjang juga melelahkan.test1

Awalnya, David Moyes adalah pembimbing yg agak menawan. Gak luar biasa, tapi lumayan rupawan. Moyes mampu jadi belum pernah memenangi trofi satu pun, akan tetapi 11 tahun menangani Everton merupakan maklumat yang sepadan. Tersedia penilaian kalau Moyes sanggup mengayomi kemantapan satu kesebelasan, kendati pun itu cuma bergelut di kediaman tengah selama lebih daripada satu dekade.

Kestabilan ini jugalah yang memerankan alasan Manchester United menunjuknya tampil manajer anyar dalam 2013. Terbiasa ditangani satu manajer sepanjang lebih dr dua dekade menghasilkan United menyampaikan Moyes syarat enam tahun. Mereka berharap Moyes dapat membangun suatu tim baru lewat suatu proses. Namun demikian, begitu seleret kinerja kurang memuaskan didapat sama United, nggak ada lagi yg namanya reaksi.

Impak di tempat dapat jadi segelintir ditolerir andai aja suguhan United menjanjikan. Akan tetapi, sudah mendapatkan dampak kurang menuntungkan, pertunjukan United dalam tangan Moyes pula terbilang sama. Alih-alih terlaksana pasukan yang bermain menyerang, United malah menjadi tim yg bermain rigid bin hati-hati.

Daripada enam tahun persepersetujuan yg diterimanya, Moyes hanya mampu menyebrangi 10 bulan di antaranya. Kepastian United tidak berhasil menanjak di Liga Champions musim 2014/2015 membuatnya dipecat.

Juni 2014, di bawah langit terang Miami, Moyes terbit dgn setelan santai. Dia sedang melihat perjuangan pertemanan Inggris vs Ekuador begitu itu serta muncul tampak baik-baik aja buatnya.

Saat dia didepak atas United 2 bulan sebelumnya, Moyes sinambung memutuskan guna pergi menjauh. Dia memapah si istri, Pamela, pergi berlibur jauh ke selatan hingga dengan di Florida guna menyukai suasana tepi laut. Sewaktu-waktu, dia juga terlihat bermain golf dgn kolega-koleganya. Moyes seakan-akan melewati hidup tenang, jauh atas ingar-bingar tindasan selama masa 10 bulan sebelumnya.

Kalau Everton sepeninggal dirinya malah menjadi semakin baik serta pendukung United rela-rela saja dia angkat kaki, menghasilkan Moyes menjadi sedikit terlupakan. Kalaupun diingat, dia hendak lebih diidentikkan pada kekalahan United ketimbang pada masa 11 tahunnya pada Everton. Soalnya nilai setitik pada club besar, rusaklah susu sebelanga. Moyes mendapatkan stigma negatif oleh jejuluk “manajer buruk” yang mau tak mau kudu dia hilangkan.

Masa di mana Moyes tidak bekerja tersebut gak ubahnya segmen seorang samurai yg baru dipecat tuannya. Di dalam keadaan tdk bertuan menyerupai itu, sang samurai gak bertuan (ronin) kemudaratan tujuan –dalam hal tersebut melayani tuannya– dan, pada kelanjutannya, pengertian daripada hidupnya.

Diceritakan gimana ke-47 orang samurai kemudaratan tujuan saat si tuan dibunuh. Tujuan mereka seterusnya, di dalam akhirnya, adalah membalas dendam sang tuan. Ketika dendam tersebut terbayarkan, serta artinya tujuan mereka tercapai, ke-47 ronin tadi kesudahannya sama-sama melakukan seppuku.

Di dalam cerpen Rashomon yang ditulis sama Ryunosuke Akutagawa, diceritakan bagaimana seorang Genin (diterjemahkan ke di bahasa Indonesia sebagai Samurai Kelas Bawah) bingung bukan kepalang. Tak apa-apa, dia baru saja dipecat sama tuannya beberapa hari sebelumnya.

Alih-alih gelisah, Genin tadinya menyeleksi berteduh di bawah gerbang sebuah kuil seraya termenung melihat menyelidiki. Sambil mengopek-ngopek jerawat dalam pipi kanannya, sang Genin duduk rileks & mengheningkan apa cara nasibnya esok hari. Alternatif di benaknya semata-mata tersedia satu: hampa dan kemudian mati kelaparan.

Posted under Artikel Tags: , ,

Casino online gratis – Brendan Rodgers: Football Cerdas atau Cuma Beruntung?

Masih ingat poster yang selalu dibawa fan saingan momen Manchester United bertanding musim yg lalu? Dengan foto David Moyes besar-besar, ditulislah frase “Football Genius” di sebelahnya. Sayangnya, tersebut sedikit pun tidak penghargaan buat eks manajer Everton tersebut.test1

“Football genius” nama lain jenius sepakbola yang dilekatkan dalam Moyes lebih ialah sindiran akibat hasil-hasil buruk yg didapat United sepeninggal Gaib Alex Ferguson. Runtuhnya cengkaman Red Devils dalam bawah asuhan Moyes di dalam musim 2013/14 sinambung saja ditimpakan di dalam laki-laki Skotlandia itu.

Musim ini, ada satu orang yang berpotensi dilabeli status tersebut. Siapa dia? Manajer Liverpool, Brendan Rodgers. Alasannya, The Reds detik ini sedang babak belur pada liga & juga Liga Champion. Dari keseluruhan 13 kompetisi dalam dua ajang itu, Steven Gerrard udah menderita 7 kekalahan dan dua kali seri.

Impak ini memantul 180 derajat daripada pencapaian musim lalu dalam mana Liverpool hampir menundukkan Premier League pra usai di status runner-up. Padahal Rodgers merampungkan dana sebesar 130 juta pound lebih dalam perbisnisan transfer. Duit sebesar ini berubah wujud di dalam bentuk sembilan tokoh trendi Liverpool, dgn satu di antaranya dipinjamkan kembali di tim asal.

Menuntaskan uang besar & terseok-seok pada papan klasemen, Rodgers sinambung dijadikan material olok-olok. Sebabnya musim silam mulutnya sempat nyinyir mengkritik Tottenham Hotspur yang menguras lebih daripada 100 juta pound akan tetapi susah payah meraih tiket ke Europa League.

“Dengan gaji belanja lebih atas 100 juta pound, satu kru semestinya bersaing pada jalur pertikaian juara, ” begitu kata Rodgers tentang Spurs tatkala tersebut. Kata-kata yg kini melenting kepadanya.

Minggu ke 2 aja Liverpool sudah menobatkan kegagalan. Tapi lawan yg dihadapi kala itu, Manchester City, yakni juara bertahan sekalian diperkuat pemain-pemain mahal, maka itu kegagalan pada Etihad Stadium siap dimaklumi. Tetapi demikian Aston Villa, West Ham United dan terakhir Newcastle United dapat menundukkan The Reds, bertambah transparan terlihat kalau Rodgers berhadapan masalah.

Blunder Transfer

Orang2 dgn mudah melekatkan melorotnya performa Liverpool musim itu dgn penjualan Luis Suarez. Bukan kebetulan pula kalau menterengnya performa Liverpool musim silam didominasi sama aksi El Pistolero. Hasil 31 gol plus sederet assist & parsel penalti yg disebabkan oleh akselerasinya membantu Liverpool memproduksi 101 gol musim sebelumnya.

Berhentinya Suarez pada Barcelona bermakna Liverpool kekeringan wujud yang berandil terhadap setidaknya sepertiga gol musim yg lalu. Tapi melekatkan melorotnya tenaga Liverpool musim ini semata-mata dalam perginya Suarez tentu saja terlalu mempermudah persoalan. Persoalannya semakin dr tersebut

Ya, penjualan Suarez merupakan kehilangan besar buat Liverpool. Akan tetapi Suarez membuat kas kesebelasan terisi dana segar sejumlah 70 juta pound yg siap dipakai Rodgers buat mendirikan tim. Ditambah penggawa lama dan sejumlah pemain muda yang dijual murah, Rodgers punya semangat dana banyak sekali utk belanja pemain pada perbelanjaan transfer.

Di sinilah letak blunder mula-mula Rodgers pada musim 2014/15. Tatkala memesan dalam musim panas lalu, Rodgers semakin menegaskan pada stok pemain demi ketajaman tim ketimbang menahan kepergian Suarez. Sungguh membingungkan begitu bursa transfer sudah hampir habis, tidak terdapat satu striker top kendati yang didatangkan ke Anfield. Hingga dengan alhasil Mario Balotelli merapat

Posted under Artikel Tags: , ,

Bola Online Indonesia – Riwayat oleh Trivia Piala AFF: Macan yang Mengaum dari Tenggara

Piala AFF sebenarnya lahir pada masa yang tak demi menyenangkan. Gak lambat selesai kelahirannya, stagnasi ekonomi menjangkit ke mana-mana, ke segenap negara, tercakup Asia Tenggara. Belum lagi kemelut politik yang melanda sejumlah negara, turut mengganggu keterusterangan persaingan sempurna dalam Asia Tenggara itu.test1

Faktanya, usikan itu tidak berimbas besar. Piala AFF-lah yg kemudian sebagai tonggak berkembang serta meratanya kualitas sepakbola pada Asia Tenggara.

Ketika pertama kali tampak, Thailand & Singapura tampil dominan. Mereka berputar merebut posisi puncak. Di pembukaan penyelenggaraannya, mendapat jurang mutu yg sangat amat lebar antar negara. Kekuatan sepakbola momen itu tengah ada di tangan Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia. Sementara itu, negara ibarat Filipina serta Brunei Darussalam masih kadang kala sebagai bulan-bulanan lawan.

Perlahan negara2 di Asia Tenggara mulai berbuat penyesuaian. Terdapat peningkatan mutu dgn bermacam cara, start daripada naturalisasi pemain sampai penerapan kompetisi berjenjang yg dikelola secara benar-benar. Kini, lawan sudah memperhitungkan Filipina serta Myanmar guna kandidat juara.

Piala AFF digelar 2 tahun sekali. Ini yg memproduksi pembinaan di negeri2 Asia Tenggara seolah tak sempat berhenti. Tahun ini berlatih, tahun depan beradu mudah-mudahan mimpi bisa cepat diraih.

Sepakbola laksana magnet yang mengantongi impak terhadap unsur dalam luar sepakbola. Sebab itu, sebagai juara di medan terkenal se-Asia Tenggara dengan otomatis akan menjadikan citra negeri.

Dgn status selaku pertandingan tertinggi, Federasi Sepakbola Asia Tenggara, AFF, kendati menciptakan undang-undang baru. Khusus di cabang olahraga sepakbola pada SEA Games, tiap negara cuma boleh merapatkan pemain dgn usia di dasar 23 tahun. Aturan ini setanding dengan apa yg diterapkan pada Olimpiade oleh Asian Games.

Aturan ini punya upaya signifikan beri negeri yang serius melakukan pembinaan usia dini. Para pemain muda diuji pada SEA Games. Kedudukan Sea Games jadi diperlukan sederajat ujian perdana sekaligus gelanggang menjunjung profesionalisme berlomba pemain muda di level internasional. Tumpuan akhirnya tentu saja bermuara di Piala AFF. Performa tinggi di level ini memproduksi mimpi tak lagi sepadan ilusi, namun demikian merealisasikannya hingga benar2 terjadi.

Urusan cengkaman performa & format kompetisi, Piala AFF bisa dibagi pada dalam dua era. Uniknya, era tersebut tersedia sangkut pautnya dengan sponsor yg mempunyai hak penerapan sebutan resmi pertandingan.

Piala AFF lahir di 1996 dengan identitas “Piala Tiger” maupun “Tiger Cup”. Unsur ini gak beda soalnya sponsor persaingan ini yakni produsen bir bermerek “Tiger” asal Singapura. Ketika tersebut, tujuan sepakbola pada Asia Tenggara tengah berkutat di dalam Thailand & Singapura. Thailand dikenal meraup kesanggupan pemain berbakat, sementara Singapura begitu sungguh-sungguh mengundang iklim sepakbola.

Wilayah lainnya laksana Indonesia, amat berhajat guna mengait gelar internasionalnya. Di level senior, timnas Indonesia terakhir kesempatan juara dalam SEA Games 1991 yang dihelat pada Jakarta. Sebab SEA Games gak lagi jadi pertandingan terkenal, jadi semua kesibukan sepakbola terfokus pada Piala AFF juga Piala Asia.

Terselip 1 buah optimisme kala ini ketika PSSI melebur persaingan Perserikatan juga Galatama di 1994. Peleburan ini menyatukan kesebelasan – kesebelasan yg mengacu pada tradisional kuat berdasar pada hasil serta histori, dengan kesebelasan berpengalaman yg enggak dibiayai APBD. Iklim ahli pun sedari berasa dalam Liga Indonesia kala tersebut.

Selain tersebut, PSSI punya program jangka panjang dengan mengirim bibit muda di luar negeri dalam menjemput ilmu. Benar2, tidak semua berhasil, tapi beberapa di antara mereka sebagai kunci tim nasional Indonesia pada Piala AFF tahun 2000 & 2002.

Posted under Artikel Tags: , ,

Ibcbet agen bola – Prancis Cukur Swedia 1-0

Prancis mendominasi Swedia di pertandingan friendly pada Stade Velodrome. Walaupun itu berkat performa oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis mesti menunggu sampai dengan menit ke-84 untuk memastikan keunggulan 1-0 lewat gol dr Raphael Varane.test1

Menjamu Swedia, Rabu (19/11/2014) dinihari WIB, Prancis menciptakan kesempatan ketika laga menganeksasi menit ke-11 melalui operan daripada Paul Pogba yang disambut sepakan Layvin Kurzawa, walaupun bola belum tepat di incaran. Enam menit sesudah tersebut tembakan Pogba juga tetap memuncak dari gawang Swedia.

Prancis menerima peluang emas utk memimpin di menit ke-36 tatkala Andre-Pierre Gignac menarik operan ke arah Antoine Griezmann dalam ulas penalti Albania. Walau demikian penyelesaian akhir kurang sip atas Griezmann menciptakan kiper Andrea Isaksson sedang dapat mengendalikan bola.

Dua menit selepas tersebut Swedia balik sanggup bernafas lega setelah serangan Prancis balik tidak berbuah gol. Bermula dr sasaran silang Dimitri Payet yg gagal diantisipasi Isaksson, bek Emil Krafth lalu coba menghalau bola sekalipun si kulit bundar sekiranya membidik ke gawagnya sendiri. Beruntung untuk Krafth serta Swedia, arahnya tengah belum benar2 akurat serta masih melebar.

Swedia kemudian menghasilkan Prancis tersentak empat menit pra diturunkan minum. Lewat aksinya Isaac Kiese Thelin makbul menyerbu bola ke arah gawang Prancis, memproduksi kiper Steve Mandanda kudu mengelola penyelamatan pada pangkal mistar gawang tuan rumah.

4 menit di mula episode kedua Isaksson kembali melindungi gawang Swedia. Kali itu atas usaha Gignac yg menyampaikan operan dari Dimitri Payet. Isaksson terus-terusan diuji, di antaranya pada menit ke-60 dengan menepis bola tembakan Griezmann dan kemudian menolak bola tembakan tokoh pengganti Prancis Moussa Sissoko dalam menit ke-79.

Walakin gawang Isaksson walhasil jebol pula ketika laga mencadangkan enam menit dalam saat normal. Atas satu buah tendangan pojok, kiriman bola Griezmann makbul disambut Raphael Varane di tiang deket dalam mengalahkan Isaksson yg kesempatan ini mesti mengadopsi bola dari di dalam gawangnya

Semenit selesai tersebut Prancis menerima kesempatan emas utk menaikkan keberhasilan selesai wasit menyatakan titik putih dampak handball dari Oscar Wendt. Karim Benzema dulu maju utk sebagai pengeksekusi… meskipun tengah tidak berhasil menyempurnakan tugasnya sesudah mengoper bola melangit atas target. Tak ada lagi gol yang tercipta dalam sisa waktu.

Perolehan itu menciptakan Prancis telah menanjak tidak terkalahkan dalam enam pertandingan beruntun-runtun selesai Piala Dunia, di mana 4 di antaranya mampu dimenangi–melawan tim-tim unggul sebagaimana Spanyol juga Portugal.

Dalam perkelahian kali ini Les Bleus dicatat ESPN terlihat kuat untuk Swedia. Selain handal penguasaan bola 64%-36%, Prancis juga mencatatkan enam tembakan jelas bidikan dari 28 percobaan, namun Swedia menciptakan lima tembakan aja dalam mana cuma dua di antaranya yang membidik pada tujuan.

Susunan Pemain

Prancis: Pogba, Guilavogui ; Valbuena (Lacazette 68′), Payet (Sissoko 61′), Mandanda; Sagna, Mangala, Varane, Kurzawa (Digne 78′); Griezmann; Gignac (Benzema 68′).

Swedia: Isaksson; Larsson, Kallstrom (Forsberg 46′), Kacaniklic (Forsberg 86′); Krafth, Jansson, Granqvist (Durmaz 46′), Bengtsson (Olsson 46′); Bahoui, Thelin, Zengin (Hrgota 67′).

Posted under Artikel Tags: , ,

Casino di indonesia – Instinct Hunt: Selebrasi 2 Dekade Predator

Sudah 20 tahun sejak pertama kali Adidas mengeluarkan seri Predator; salahsatu sepatu yang jadi tonggak bermanfaat untuk teknologi sepatu sepakbola, kendati satu yg terpopuler dalam jagat lapangan hijau. Adidas mengakhiri petunjuk dua dekade predator dengan memelopori anak teraktual: Pemangsa Instinct Hunt.test1

Predator, tak siap dipungkiri, ialah satu diantara titik krusial untuk kemajuan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya benar2 terbilang cukup simpel, tapi mengacu pada teknologi sepatu itu mampu dibilang sepatu tercanggih saat pertama kali diluncurkan.

Perjalanan Predator dimulai oleh seorang mantan pemain Liverpool, Craig Johnston. Usai purna bakti, Johnston yang menyampaikan ‘Si Merah’ mengait lima gelar Liga Inggris kembali di tanah kelahiran orang tuanya, yaitu Australia. Di sana, dia meluangkan saat buat melatih anak-anak.

Kabarnya di satu babak latihan, Johnston sudah memohon anak asuhnya buat menendang bola dengan bertambah baik, bertambah terorganisasi, serta kukuh. Tetapi anak-anak ini kesulitan, lalu berkata di dalam Johnston kalau sepatunya amat licin. Sebabnya gak lain sebab sepatu yang digunakan anak-anak itu berasal dari kulit plus kriteria kala tersebut sedang hujan.

Selagi itulah Johnston miliki ide untuk mengambil satu bat pingpong, memungut sisi karetnya, serta menempelkannya ke sepatunya. Sepatu eksperimennya tersebut dan kemudian langsung dibawa menongol dan dicoba dalam menendang bola. Hasilnya? Voila! Karet pada sepatu menghasilkan kian ringan mengeloskan upaya tertentu kala menendang bola, & tentu aja sepatunya kini dapat lebih ‘menggigit’ bola.

Daripada sepatu prototipenya itulah Johsnton lantas menumbuhkan ide kian jauh, mengombinasikan karet dgn kulit kanguru yg ringan & fleksibel. Belakangan Johnston juga mengimbuhkan ide lain tentang teknologi sol Traxion yg sampai sekarang dipakai Adidas.

Meski demikian, sepatu prototipe Johnston awalnya tak diterima oleh sejumlah industri seperti Nike serta Reebok, terlebih Adidas sendiri. Tapi, setelah berjaya mencetak Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, & Paul Breitner mempergunakan sepatunya dalam kondisi salju, Johnston berhasil meyakinkan Adidas guna membeli hak desain prototipe itu juga mendapatkan 2% daripada seluruh penjualan. Disebut-sebut perlu tempo hingga lima tahun guna memastikan bahwa idenya hendak berhasil.

Semenjak tatkala tersebut, sepatu prototipe Johnston berubah jadi Predator & jadi divisi atas cerita sepakbola. Predator kendati terus berevolusi dgn bermacam2 pengembangan yang dijalani oleh Adidas. Terekam setidaknya terselip 14 seri predator yg lahir selanjutnya.

Menyusul berjaya kemunculan si ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir pada 1995. Adidas mengatur kembali rupa karet di sepatu serta kian banyak membuat kulit kanguru demi kenyamanan. Tahun berikutnya lahirlah Predator Touch. Dan kemudian beruntun-runtun Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), dan yg terakhir yakni seri Predator Instinct (2014)

Posted under Artikel Tags: , ,

agen judi – Belanda Cukur Latvia Enam Gol Tanpa Balas

Belanda memetik tiga angka pada partai keempatnya pada kualfikasi Piala Eropa 2016. Menyuguhkan Latvia, Belanda bergembira ria setengah lusin gol dengan kemenangan total 6-0.test1

Di Amsterdam Arena, Senin (17/11/2014) subuh WIB, Robin van Persie menggagas acara gol Belanda bagi Latvia pada menit ke-6. Arjen Robben menaikkan keunggulan tuan rumah pada menit ke-35, sebelum Klaas-Jan Huntelaar menghasilkan Oranje mengambil paruh waktu dgn keberhasilan 3-0.

Dalam putaran ke 2, tepatnya menit ke-78, Jeffrey Bruma menaikkan keberhasilan Belanda. Robben, yg terlihat meriah sejauh duel, dulu menggelar gol keduanya di menit ke-82, sebelum Huntelaar mengakhiri perayaan gol Belanda dua menit menjelang berakhirnya tempo normal.

Dampak tersebut menghabisi untaian 2 kegagalan berhubung Belanda yg pra tersebut kalah 0-2 atas Islandia di partai kualifikasi dan setelah itu 2-3 atas Meksiko di kubu friendly.

Dampak tersebut menciptakan Belanda saat ini mengoleksi enam poin daripada empat laga, guna duduk dalam status tiga klasemen Grup A dalam bawah Republik Ceko serta Islandia yang sama-sama mempunyai sembilan poin serta baru tiga kali bermain–keduanya pula akan bertentangan dinihari ini.

Sementara Latvia mematung pada posisi 4 dgn raihan dua skor perolehan daripada 2 kali seri serta dua kali kalah.

Robin van Persie serta-merta memproduksi Belanda unggul periode pertandingan baru lari enam menit. Sebuah sodoran sasaran silang dari Arjen Robben dgn jitu disambut tandukan Van Persie ke arah tiang jauh.

Enam menit lalu kemudian Robben balik meneror kelompok tameng Latvia. Ia makbul merebut celah & menembak, walau bola belum tertuju ke bidang bidikan.

Usaha Latvia menyambut belum membuahkan dampak. Operan dari Aleksandrs Fertovs benar2 dapat diteruskan Valerijs Sabala dgn sundulan, sekalipun arah si kulit bundar tetap menyimpang atas gawang Belanda.

Gol ke-2 pada perkelahian setelah itu lahir dalam menit ke-35, kembali utk belanda, dan dari koalisi yang sama ibarat gol sebelumnya kendati dengan peran yang berbeda. Robben menghalangi bola di kanan & lalu bekerja serupa satu-dua dengan Van Persie pra mencopot depakan jitu yg tak kuasa dihalau kiper Aleksandrs Kolinko.

Pra tempo diturunkan minum Belanda kembali menambah keunggulannya untuk Latvia. Dr sisi kiri Ibrahim Afellay mengirim bola ke depan gawang, bagi disambut Klaas-Jan Huntelaar dengan sontekan hati-hati sekalipun ada di pangkal binaan tokoh lawan.

Keberhasilan Belanda baru balik bertambah tatkala kompetisi mengambil menit ke-78. Van Persie balik berkontribusi periode ini dgn mengirimkan sepak pojok Wesley Sneijder utk lalu disambar Jeffrey Bruma guna mengundang gol keempat Belanda.

Delapan menit menjelang bubaran, Georginio Wijnaldum yg baru sejumlah menit merembes mengirim Van Persie memberikan bola ke haluan Robben yg setelah itu sekali lagi mengemukakan kiprah individunya sebelum menetapkan kiper Kolinko mengakui bola daripada untuk gawangnya untuk kali kelima di dalam pertandingan.

Posted under Artikel Tags: , ,

Website judi online – Italia vs Kroasia Berakhir Seri

Italia sempat memimpin terlebih dulu untuk Kroasia lewat Antonio Candreva. Namun keunggulan tidak bertahan lama yang mana Ivan Perisic merekam gol penyama posisi. Ke 2 kesebelasan kendati berbagi satu poin dengan skor 1-1.test1

Rivalitas Kualifikasi Piala Eropa 2016 yang melintas di San Siro, Senin (17/11/2014) subuh WIB itu berproses terbuka. Kroasia sejak mula menerapkan pressing ketat terhadap tuan rumah, sementara Italia mengetes mengerjakan ofensif tangkas via ke-2 sayap.

Italia sanggup handal semakin dulu melalui terjangan Candreva pada menit ke-11. Namun demikian keberhasilan Gli Azzurri tak bertahan lama selesai Perisic menyeragamkan posisi pada menit ke-15.

Tatkala ronde kedua, Kroasia semakin keras dan lebih kuat untuk penguasaan bola. Selama Italia berupaya memukul via hantaman balik tangkas. Tetapi ke-2 skuad tak sukses mencipta gol sambungan hingga perkelahian tamat.

Perkelahian tersebut pernah dihentikan kurang lebih 10 menit tatkala memasuki menit ke-72. Semula kembang api menghujani lapangan, tak lama berselang kebisingan tercipta di tribun sektor pendukung Kroasia. Setelah kondisi kembali kondusif, wasit ambil keputusan teruskan duel.

Dengan kinerja draw itu, Kroasia dan Italia sedang menduduki stan jabatan satu-dua Grup H secara sambung-menyambung dengan sama-sama mengoleksi nilai 10 dari empat perjuangan. Di simpulan dua-duanya merupakan Norwegia dgn 9 angka, yg dalam pertarungan lain unggul tipis 1-0 kepada Azerbaijan.

Sementara itu Bulgaria bermain draw 1-1 kontra Malta. Secara berangkaian Bulgaria (3 poin), Malta (0), Azerbaijan (0) menepati posisi 4-6

Ivan Rakitic melepaskan depakan keras atas luar kotak sanksi dalam menit ke-6. Namun Gianluigi Buffon dengan cekatan menghalangi. Tiga menit berjarak, tempo Luka Modric berbuat percobaan, pula telantar dalam tangan Buffon.

Lebih dahulu tertekan, Italia justru mengambil keberhasilan di dalam menit ke-11. Berasal dr kesibukan Simone Zaza di dalam tempat penalti. Usai tembakannya diblok bek, bola cermin yang balik pada penguasaan Zaza lantas disodorkan kepada Antonio Candreva pada depan kotak sanksi.

Candreva segera menodongkan tembakan keras ke pojok kiri gawang dan tak mampu dihentikan Danijel Subasic.

Tapi keberhasilan tersebut gak bertahan lama. 4 menit setelah itu, Kroasia menyepadankan tingkat. Ivan Perisic melakukan tusukan pada sisi kiri dan berlari ke tengah.

Aksinya diakhiri tembakan mendatar yg sebetulnya mengarah tepat ke Buffon. Akan tetapi ramalan sang kiper kurang baik maka itu bola melewatinya & masuk ke gawang.

Italia mencebloskan satu buah kesempatan bagus dalam menit ke-34. Lewat ofensif tangkas, Roberto Soriano menjunjung umpan silang atas kanan membidik ke Mattia De Sciglio yg tidak terkawal pada dekat tiang jauh. De Sciglio mencoba menyambut bola dgn tendangan voli, akan tetapi melenceng.

Posted under Artikel Tags: , ,

Welbeck Dua Gol, Inggris Tiarapkan Slovenia 3-1

Inggris sudah ketinggalan bertambah dulu dalam pertentangan menggulung Slovenia. Akan tetapi, The Three Lions bisa membalikkan posisi dan menang dgn skor 3-1. Danny Welbeck mendermakan dua gol bagi tim tuan rumah.test1

Di perkembangan Kualifikasi Piala Eropa 2016 di Wembley, Minggu (16/11/2014) subuh WIB, Inggris memimpin permainan juga besar mengatur kesempatan sejak awal. Namun, sampai diturunkan minum, skor kacamata masih bertahan.

Di dalam paruh ke-2, gol bunuh diri Jordan Henderson menuntun Slovenia unggul semakin dulu. Tapi, Inggris menurunkan tangkisan yang super baik. Setelah menyandingkan posisi dengan perantara sepakan sanksi Wayne Rooney, mereka memastikan keunggulan lewat 2 gol Welbeck.

Kemenangan berikut menyelenggarakan Inggris dalam posisi tertinggi klasemen sementara Grup E dengan poin 12 atas empat kubu. Slovenia tepat di bawahnya dengan skor enam.

Jalannya Pertandingan

Peluang pertama dalam kompetisi itu menjadi kepunyaan Slovenia. Jasmin Kurtic mengongkosi umpan lambung yg disundul Andraz Kirm. Namun demikian, sundulan Kirm dgn mudah ditangkap Joe Hart.

Inggris baru mampu menyampaikan ancaman pada menit ke-17 pada usaha Raheem Sterling. Sterling yg memperoleh umpan dari Rooney melepaskan depakan kaki kanan, tapi arahnya tengah melebar.

Lewat 4 menit, kesempatan Rooney yg meraih peluang. Rooney menjemput bola dari Welbeck dgn tembakan voli, yg sedang melayang pada atas mistar.

Welbeck meninggalkan peluang yang dia peroleh di menit ke-30. Meskipun dia tak terkawal, sundulannya menetapkan sasaran silang Sterling masih melenceng.

Usaha Welbeck di menit ke-37 juga belum mengundang gol dalam Inggris. Sepakannya daripada luar kotak penalti melayang.

Hingga berakhirnya episode mula-mula, ke-2 pemain sama-sama tidak mampu menggelar gol. Skor 0-0 sedang bertahan.

Rooney menebar intimidasi pada gawang Slovenia di dalam awal babak ke-2, tepatnya menit ke-48. Dia merespons bola dampak sepak pojok Adam Lallana, akan tetapi arahnya tengah melebar.

Meski lebih besar menyusun peluang, Inggris tertinggal bertambah dulu. Gol Slovenia yakni hasil gol bunuh diri Henderson di menit ke-57. Bermaksud menguraikan sasaran silang Kirm, Henderson sekiranya memutar si kulit bundar ke gawang sendiri.

Tapi, keunggulan Slovenia itu gak bersitegang lama. Dalam menit ke-59, Inggris menyamakan tingkat dengan perantara tendangan penalti Rooney. Hadiah denda itu dikasih oleh wasit setelah Bostjan Cesar melanggar Rooney di zona terlarang.

Inggris berjaya menyulingkan kondisi tatkala pertandingan berusia 66 menit. Berakar dr tembakan Lallana dari sudut sempit yg dimentahkan Samir Handanovic, bola rebound mengarah ke Welbeck, yg langsung menyambarnya untuk menjebol gawang Slovenia.

Welbeck kembali menempatkan namanya dalam papan skor enam menit kemudian. Penggempur Arsenal itu bermain sasaran satu-dua dgn Sterling sebelum menghancurkan Handanovic lewat terjangan kaki kanannya. Inggris pun unggul 3-1.

Keunggulan ini sukses dipertahankan Inggris hingga peluit panjang bersuara. Mereka pun menarik tiga angka dalam perjuangan itu.

Susunan Pemain

Inggris: Hart; Clyne, Wilshere, Henderson, Sterling (Oxlade-Chamberlain 84′); Jagielka (Smalling 89′), Cahill, Gibbs; Lallana (Milner 79′), Rooney, Welbeck

Slovenia: Kurtic (Rotman 75′), Mertelj, Birsa (Lazarevic 62′), Kirm (Ljubijankic 77′); Handanovic; Brecko, Cesar, Ilic, Struna; Kampl; Novakovic

Posted under Artikel Tags: , ,
1 3 4 5 6 7 125